Senin, 28 Mei 2012

Transformasi Budaya

Setiap masyarakat dalam suatu daerah, pasti memiliki budaya sendiri-sendiri yang disadari maupun tidak disadari akan ditransformasikan kepada generasi selanjutnya. Proses pewarisan budaya ini dapat dilakukan oleh siapapun dan oleh lembaga pendidikan apapun, baik itu formal, nonformal, ataupun informal. Kebudayaan yang akan ditransformasikan kepada generasi selanjutnya haruslah budaya yang baik, antara lain budaya bertanggungjawab, budaya untuk jujur, budaya menghormati orang yang lebih tua, dll.
Cara mentransformasikan budaya antara berbagai pusat pendidikan mempunyai cara yang berbeda-beda, namun mempunyai tujuan yang sama yaitu agar budaya yang baik itu dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara masing-masing pusat pendidikan dalam mentransformasikan kebudayaan. Contoh konkret yang diambil adalah transformasi budaya bertanggung jawab:
·         Pendidikan Formal
Dalam pendidikan formal, apalagi pendidikan dasar, guru mempunyai wewenang penuh dalam kelas. Guru berperan penting dalam proses transformasi budaya dan dalam penyampaian ilmu. Yang dapat dilakukan pengajar/pendidik dalam pendidikan formal adalah dengan memberikan pekerjaan rumah pada siswa. Dengan pemberian tugas atau pekerjaan rumah, siswa mempunyai tanggungjawab dan kewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jika siswa tidak menyelesaikan baik disengaja ataupun tidak, guru dapat member sanksi yang mendidik bagi mereka. Jika hal ini dibiasakan, maka akan terbentuk rasa tanggungjawab dlaam diri siswa.
Dalam contoh diatas, telah terjadi proses transformasi kebudayaan bertanggungjawab dalam lingkup pendidikan formal.
·         Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah kegiatan belajar/pendidikan yang dilakukan oleh keluarga ataupun lingkungan. Pendidikan informal merupakan dasar pembentuk karakter anak karena keluarga merupakan agen sosialisasi pertama bagi anak. Anak akan meniru tingkah laku atau kebiasaan yang dilakukan oleh anggota keluarga. Jadi keluarga harus mampu memberikan contoh yang baik dan mengajarkan nilai-nilai budaya yang baik yaitu salah satunya adalah budaya bertanggung jawab.
Untuk mentransformasikan budaya bertanggung jawab dalam pendidikan informal dapat dilakukan dengan pembagian tugas bagi masing-masing anggota keluarga. Hal ini sudah sering dilakukan oleh keluarga-keluarga pada masa sekarang. Selain mengajarkan tanggungjawab, cara ini juga dapat mengajarkan anak untuk mandiri, menghargai, dan tidak bergantung pada orang lain.
·         Pendidikan nonformal
Ada banyak bidang yang ada dalam pendidikan nonformal, salah satunya yaitu bidang kepemudaan. Disetiap desa biasanya ada sebuah organisasi kepemudaan. Organisasi tersebut bermacam-macam, ada remaja masjid, karang taruna, dll. Didlaamnya ada beberapa pengurus yang biasanya dibedakan dengan pengurus baru dan pengurus lama. Pengurus lama inilah yang bertugas menstransformasikan budaya kepada generasi selanjutnya yaitu pengurus baru. Transformasi ini dilakukan dengan cara pembagian kerja seperti pada pendidikan informal. Dalam organisasi, ada banyak agenda kegiatan yang akan diselenggarakan dalam periode tersebut. Masing-masing kegiatan ada seorang penanggungjawab. Orang tersebut yang mempunyai tanggungjawab atas acara yang dia pegang. Apakah acara tersebut akan berhasil, atau tidak. Awalnya, pengurus lama memberikan contoh kepada pengurus baru, selanjutnya pada kepengurusan yang akan datang pengurus baru menerapkan hasil transformasi budaya tersebut, dan melanjutkan atau mengajarkan kepada pengurus yang lebih baru. Hal itu berlangsung terus menerus sehingga proses transformasi juga terjadi secara terus menerus baik disadari maupun tidak disadar, baik disengaja maupun tidak.
Salah satu contoh pembagian kerja dan pembagian tanggung jawab dalam organisasi yang ada di desa-desa, adalah bentuk tranformasi yang dilakukan oleh pemuda-pemuda dalam menjaga, mengajarkan, dan melestarikan kebudayaan kepada generasi selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA

0 komentar:

Poskan Komentar