Senin, 28 Mei 2012

metode - metode dalam psikologi sosial

Kelemahan dan kelebihan dan deskripsi metode-metode dalam psikologi
1.      Metode atas dasar lokasi
a.       Penelitian laboratorium
Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan tertutup, dimana kelompok eksperimen dijauhkan dari variable pengganggu sebab dapat mempengaruhi hasil dari pengujian hubungan sebab akibat.
·         Kelebihan penelitian ini adalah hasil dari penelitian ini lebih dapat dipertanggungjawabkankeabsahannya karena hanya memfokuskan pada pengujian hubungan sebab dan akibat.
·         Kelemahan penelitian laboratorium adalah penelitian ini belum tentu dapat diberlakukan dalamkehidupan sehari-hari.
b.      Penelitian lapangan
Eksperimen lapangan adalah kajian penelitian dalam suatu situasi nyata (Kerlinger, 1990).
·         Kelebihan:
Validitas ekternal tinggi
Cocok untuk mengkaji proses sosial psikologis yang kompleks
·         Kelemahan
Sulit melakukan kontrol dan manipulasi
Validitas internal rendah
Waktu relatif lama






Penelitian Laboratorium vs Penelitian Lapangan

laboratorium
lapangan
kontrol

Tinggi
Rendah
Penetapan acak
Hampir selalu
Jarang
kenyamanan
Biasanya tinggi
Biasanya rendah
Realisme
Rendah
Tinggi
Dampak variable bebas
Cenderung rendah
Cenderung tinggi
Bias
Tinggi
Rendah
Validitas eksternal
rendah
Tinggi


2.      Metode atas dasar perlakuan terhadap responden
a.       Metode penelitian eksperimen
Penelitian Eskperimen merupakan salah satu prosedur penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui  dampak treatmen terhadap outcome, pada  subjek penelitian (Creswell, 2002)”
Munculnya metode ini diawali dari disangsikannya kebenaran dari renungan-renungan tentang gejala kejiwaan sesorang, sehingga diadakan percobaan-percobaan. Kesulitan-kesulitan yang dialami dalam penelitian eks[erimen disebabkan karena tidak semua proses kejiwaan dapat diamati oleh panca indera.
Syarat-syarat penelitian eksperimen:
1)      Eksperimenter harus dapat menetapkan saat timbulnya gejala yang hendak diteliti.
2)      Eksperimenter harus mengikuti proses eksperimen seteliti mungkin.
3)      Tiap-tiap eksperimen harus dapat diulang kembali dalam situasi yang sama.
Kelemahan :
1)      Eksperimen pada obyek yang hidup bervariasi
2)      Tidak semua gejala kejiwaan dapat diteliti secara eksperimen
3)      Gejala-gejala kejiwaan sulit diukur secara eksak.
b.      Metode penelitian non eksperimen
Penelitian yang hanya mencoba mengumpulkan data dari responden tanpa memberikan treatment atau perlakuan
Kelebihan dan kekurangan:
Metode lain dalam psikologi sosial:
1.      Metode observasi
Pengamatan yang dilakukan dengan sengaja (merupakan tanggung jawab ilmiah) dan sistematis (merupakan cirri kerja ilmiah) terhadap aktivitas orang lain.
Kekurangan :
·         Tebatasnya tempat dan situasi untuk diobservasi.
·         Kesulitan membina rapport dengan individu.
·         Tidak mampu mengungkap hal-hal bersifat personal (emosi, nilai)

a.       Observasi partisipan dan non partisipan
1)      Observasi partisipan
Observer tidak ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh observe. Observer berlaku sebagai penonton. Metode ini biasanya digunakan sebagai pelengkap metode lain.
Kelemahan : perilaku observe tidak wajar bila merasa dirinya diamati. Karenanya observer harus mengatur agar situasinya tidak formal, pencatatan tidak menyolok.
2)      Observasi partisipan
Metode ini untuk mengatasi kelemahan metode observasi non partisipan. Observer ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan observe. Observer harus memiliki kemampuan teknis dasar-dasar teori yang melatarbelakangi penelitiannya.
Kelebihan : dengan partisipasi observer, maka observe tidak merasa kalau dirinya sedang dinilai, sehingga tingkah lakunya wajar.

b.      Observasi sistematis dan non sistematis
1)      Observasi sistematis
Disebut juga observasi terstruktur; ada kerangka yang memuat faktor-faktor dan ciri-ciri khusus dari setiap faktor yang diamati
Sistematik : lebih menekankan pada segi frekuensi dan interval waktu tertentu (misalnya setiap 10 menit)
Hal perlu diperhatikan :
a.       Isi dan luas observasi lebih terbatas, sesuai rumusan khusus
b.      Memungkinkan respons dan peristiwa dicatat secara lebih teliti, dan mungkin dikuantifikasikan
c.       Dapat menggunakan one way screen
2)      Observasi non sistematis
c.       Metode survey
Metode survai: sebuah Metode penelitian dimana sejumlah besar orang diminta untuk menjawab pertanyaan tentang sikap dan tingkah laku tertentu (Baron & Byrne, 2003). Penelitian survai merupakan satu cara untuk mengumpulkan data secara efektif dan ekonomis terhadap sampel yang besar.
d.      Metode korelasi vs kausalitas
1)      Metode korelasi
Adalah studi dimana investigator mengukur dua atau lebih konsep-konsep dan melihat apakah konsep itu terkait satu dengan yang lain.
Sebab penggunaan metode ini
Ada beberapa kasus yang tidak bisa dikondisikan, sehingga akhirnya harus mengambil sampel orang-orang yang sudah terkena (misalnya, tidak mungkin menjadikan sampel penelitian kita sebagai pengidap anoreksia, tapi langsung saja mengambil sampel orang pengidap anoreksia).
Koefisien korelasi
Adalah cara matematis yang digunakan oleh para periset psikologis untuk mengolah data dari metode korelasional.
Satu hal penting yang perlu dicatat dalam riset psikologi, bahwa koefisien .60 atau lebih dianggap sangat tinggi. Koefisien korelasi dalam rentang .20 dan .60 memiliki nilai praktis dan teoritis dan sangat berguna untuk membuat prediksi. Korelasi antara 0 sampai .20 harus dipandang secara hati-hati dan hanya sedikit berguna dalam membuat prediksi.
Tes
Salah satu kegunaan metode korelasional melibatkan tes yang mengukur bakat, pencapaian, atau trait (sifat) psikologis lain. Tes ini mempresentasikan situasi yang beragam kepada sekelompok orang yang memiliki perbedaan beberapa trait (seperti kemampuan matematika atau kecemasan). Variasi skor yang diperoleh pada tes kemudian dapat dikorelasikan dengan variabel pada variabel lain.
Tes memungkinkan ahli psikologi mendapatkan sejumlah besar data dari individu dengan gangguan minimal pada rutinitas harian mereka dan tanpa memerlukan peralatan laboratorium yang rumit
Hubungan sebab akibat
Terdapat perbedaan penting antara penelitian eksperimental dan korelasional. Dalam penelitian eksperimental yang tipikal, satu variabel (variabel independen) secara sistematis dimanipulasi untuk mengetahui efeknya pada variabel lain (variabel dependen). Hubungan sebab akibat seperti itu tidak dapat diperoleh dari penelitian korelasional. Jika kedua variebl berkorelasi, variasi pada salah satuya kemungkinan merupakan penyebab variasi pada variabel lain, tetapi jika tidak terdapat bukti eksperimental, kesimpulan itu tidak dapat dibenarkan.
2)      Metode kausalitas
e.       Metode diagnostic-psychis
f.       Metode sosiometri
Morena adalah orang yang berjasa dalam metode ini karena  dialah yang menemukannya, yang mana metode ini merupakan metode baru dalam ilmu sosial dan terfokus untuk meneliti “intra-group- relations” atau saling berhubungan antara anggota kelompok di dalam suatu kelompok.
Sosiometri berasal dari bahasa latin socius (sosial) dan metrum (measure), pengukuran kelompok sosial.
Sosiometri merupakan alat pengumpul data untuk mempelajari hubungan sosial individu didalam kelompok. Sosiometri juga merupakan studi kuantitatif tentang hubungan interpersonal dalam suatu populasi. Sosiometri juga merupakan salah satu cara untuk mengukur tingkat keterkaitan diantara manusia.
Manfaat :
1)      Mengetahui tingkat hubungan sosial siswa diantara teman sekelasnya.
2)      Menilai perilaku siswa dalam kelompok.
3)      Mengubah perilaku siswa lain melalui teman yang paling diuskainya.
4)      Mereduksi konflik dan meningkatkan komunikasi antar siswa.
5)      Menilai kemajuan siswa yang tengah diterapi karena mengalami masalah komunikasi sosial.  


DAFTAR PUSTAKA




0 komentar:

Poskan Komentar